Sabtu , Juni 15 2019
Home / TRAVELING / Curug Sawer, Air Terjun Eksotis Berlatar Mistis

Curug Sawer, Air Terjun Eksotis Berlatar Mistis

penceritadunia curug sawer

Pencerita Dunia (PD) – Jakarta.
Sebagai kabupaten terbesar di pulau Jawa. Sukabumi memiliki banyak sekali tempat wisata dengan panorama alam yang indah dan sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Curug Sawer.

Curug ini adalah salah satu tempat yang paling sering didatangi oleh para pengunjung, saat berkunjung ke kawasan wisata Situ Gunung.

Terlebih lagi sejak dibangunnya sebuah jembatan gantung –yang fenomenal– yang mempermudah akses menuju ke Curug Sawer tersebut. Pengunjungnya pun membludak.

Sebagai curug primadona, curug yang tinggi air terjunnya ini sekitar 35 Meter, memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Kondisi di sekitar sangat terawat dan bersih. Pengunjung pun dapat menikmati pemandangan yang ada dengan nyaman. Pemandangan air terjun yang eksotis, dengan air bening dan sejuk yang mengalir ke sungai, tempat para pengunjung bermain dan melepaskan segala penat kehidupan kota.

1. Legenda Asal Nama Curug Sawer

Sebelum jadi tempat wisata yang cukup terkenal, kawasan curug ini dahulu dikenal sebagai kawasan yang angker. Hal ini karena curug ini dulu kerap kali dijadikan tempat untuk melakukan ritual mistis. Selain itu, banyak juga beredar cerita-cerita tentang hantu di curug ini. Itu sebabnya, dahulu warga setempat, jarang sekali yang datang ke curug ini, kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa.

Ada 2 (dua) cerita yang menjelaskan tentang asal-usul dari nama curug ini:

Cerita pertama, menurut legenda setempat, nama Curug Sawer ini berasal dari kisah seorang sakti yang berasal dari kaki Gunung Ciremai. Orang sakti ini seringkali mengadakan upacara saweran di Sungai Cipada agar dirinya dan keturunannya mendapatkan berkah. Dia bertapa selama bertahun-tahun di sekitar air terjun hingga meninggal. Karena saktinya, jasadnya menjelma menjadi seekor ular besar yang tidak tampak oleh mata.

penceritadunia curug sawer4

Cerita kedua, dituturkan oleh petugas TNGGP, menurutnya curug ini dikasih nama Sawer dikarenakan curahan dari air terjun ini sangatlah deras. Saking derasnya, cipratannya bisa menyebar bahkan sampai radius 100 Meter. Nah, karena cipratannya yang bisa “menyawer” air ke seluruh pengunjung yang ada, maka curug ini diberi nama Curug Sawer.

2. Menikmati Curug Sawer

Magnet pesona curug ini sebenarnya sudah mulai terasa pada saat kalian menuju ke kawasan curug ini. Lanskap khas pegunungan yang memukau ditambah sesekali kalian bisa melihat beberapa jenis burung dan monyet yang mengintip malu.

Semakin dekat dengan kawasan, keindahan air terjun mulai terasa karena kalian akan mulai disambut oleh aliran sungai yang berasal dari air terjun. Di sepanjang aliran sungai yang berhiaskan berbagai jenis batuan, rumput dan bunga-bunga liar itu, kalian juga akan melihat beberapa orang yang sedang memancing.

BACA JUGA :

penceritadunia curug sawer2

Dan puncak dari keindahan tadi, tentunya adalah paparan air terjun  setinggi 35 meter yang akan memukau siapapun yang melihatnya. Air terjun ini diapit oleh 2 buah tebing yang menjulang tinggi dengan hiasan berupa tananaman rambat yang tumbuh di sekujur dindingnya dan pohon-pohon pinus, palem, bambu dan beberapa jenis tanaman lain yang tumbuh di belakang dan sekitarnya.

Tepat di bawah air terjun ini, terdapat sebuah kolam alami yang sangat dalam, yaitu sekitar 10 meter. Kedalaman ini akibat dari derasnya air terjun yang tidak pernah kering ini, karena sumbernya dari beberapa mata air yang ada di Gunung Gede dan Gunung Gemuruh.

penceritadunia curug sawer1

Debit air yang cukup besar dan deras serta dalamnya danau ini, membuat pengunjung dilarang untuk berenang di kolam alami yang pernah memakan korban sebanyak 3 orang (1 meninggal) pada tahun 2014.

Namun jangan kecewa karena tidak bisa bermain di kolam tersebut. Kalian bisa bermain di sepanjang air sungainya pun sudah cukup menyenangkan. Air yang jernih dan sejuk (dingin) ini benar-benar menambah asyik saat kita bermain di dalamnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ekasiregar (@bangekasiregar) on

Pengelola juga membangun 1 (satu) buah jembatan besar yang bisa digunakan untuk menyeberang ke sisi lain sungai dan menikmati keindahan air terjun dengan leluasa. Namun, yang paling banyak, malah digunakan untuk berfoto dengan latar belakang air terjun.

penceritadunia curug sawer5

3. Fasilitas di Curug Sawer

Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya, di curug ini fasilitasnya sudah sangat lengkap. Lokasi ini sudah dilengkapi dengan sarana toilet, kamar ganti, mushala dan banyak sekali penjual makanan yang keberadaannya mulai ditata rapi.

Pada saat tulisan ini dibuat, terlihat ada beberapa pondasi bangunan yang menurut informasi akan dijadikan restoran dan tempat beristirahat bagi pengunjung. Namun sepertinya bangunan ini tidak diteruskan pengembangannya karena protes dari warga.

4. Letak Curug Sawer

Curug Sawer terletak di Kawasan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BB TNGGP). Kawasan ini terletak sekitar 850 Mdpl di kaki Gunung Gede Pangrango dan berada di kompleks Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) serta mempunyai kawasan wisata seluas hampir 100 Ha.

Kawasan yang berada di kaki Gunung Pangrango ini lebih dikenal sebagai Kawasan Wisata Situ Gunung Sukabumi.

Secara administratif kawasan wisata Situ Gunung ini berada di Kecamatan Kadu Dampit, kira-kira 16 Km di sebelah Barat Laut Kota Sukabumi.

5. Tiga Rute ke Curug Sawer

Ada 3 (tiga) rute untuk sampai ke Curug Sawer:

a. Rute pertama

Cara ini adalah cara yang sekarang paling sering dipilih oleh pengunjung, yaitu melalui Jembatan Gantung (Suspension Bridge). Dari pintu gerbang utama Kawasan Wisata Situ Gunung, Sukabumi, pengunjung cukup jalan lurus menuju lokasi Jembatan Gantung (Suspension Bridge) sejauh kira-kira 1 Km. Setelah menyeberangi jembatan, pengunjung harus berjalan lagi sekitar 500 meter (15 menit) untuk sampai ke Curug Sawer.

Jalanan dari jembatan gantung menuju curug sudah cukup baik. Beberapa sudah dibuat permanen dengan semen, beberapa turunan sudah terbuat dari susunan tangga batu, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir tergelincir di saat hujan. Hanya saja, karena jalannya yang turun naik dan dari bebatuan, pengunjung harus mengenakan alas kaki yang baik dan nyaman.

penceritadunia curug sawer3

b. Rute Kedua

Rute kedua adalah rute lama, rute sebelum jembatan gantung dibuat, yaitu melalui Danau Situ Gunung. Dari danau ini, pengunjung bisa melalui jalan setapak sejauh sekitar 1,7 Km atau kurang lebih treking selama 1,5 jam.

c. Rute Ketiga

Rute ketiga ini, sampai sekarang masih sering dipakai, terutama bagi mereka yang tidak memakai kendaraan dan baru saja mengunjungi Curug Cinumpang.

Dulu, sebelum ada jembatan gantung, dan kalian ingin langsung ke Curug Sawer, tidak akan main-main dulu ke danau, maka kalian lebih baik melalui rute ini.

Sebelum masuk ke kawasan wisata Situ Gunung, di sebelah kanan kalian akan melihat petunjuk menuju kawasan wisata Cinumpang. Dari sana kalian bisa jalan kaki selama kurang lebih 1 (satu) jam menuju Curug Sawer, atau bisa juga dengan menggunakan ojeg.

Rute melalui Cinumpang ini menarik sekali karena melewati jembatan sempit untuk menyeberangi bendungan serta melintasi jalan setapak yang di sampingnya terdapat jurang yang membentang.  Jadi sebaiknya, jangan berkendaraan sendiri di sini, terlebih lagi kalau belum paham rutenya dan lagi musim hujan.

6. Transportasi dan Biaya

Karena berada di kawasan wisata Situ Gunung Sukabumi, maka rute transportasi untuk menuju ke Curug Sawer, patokannya adalah kawasan wisata Situ Gunung tersebut.

Untuk menuju ke Situ Gunung, kita bisa menggunakan beberapa cara:

Pertama, dengan kereta api.
Dari Stasiun Paledang Bogor ambil kereta dengan tujuan Sukabumi (Kereta Pangrango) dan turun di Stasiun Cisaat. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Angkutan Umum (Angkot) menuju Polsek Cisaat, dan selanjutnya ganti angkot menuju ke Situ Gunung.

Kedua, dengan bus atau elf.
Dari Terminal Baranang Siang Bogor ambil Bus/Elf ke arah Sukabumi, kemudian turun di pertigaan Cisaat. Selanjutnya naik angkot ke Situ Gunung

Total biaya transport dan tiket masuk kedua cara tersebut di atas adalah sekitar 50 rb s.d. 90 ribu-an per orangnya. (Harga per Mei 2019)

Baca perhitungan biaya dan info rute selengkapnya di: Rute Transportasi dan Biaya ke Situ Gunung

7. Info / Catatan Penting

Bagi kalian yang hendak berkunjung ke tempat ini, berikut beberapa info yang pasti penting untuk diketahui:

  • Di semua lokasi wisata yang ada di Situ Gunung, banyak sekali penjual makanan, termasuk di daerah Curug Sawer. Jadi kalian enggak usah khawatir mengenai makanan. Kecuali jika kalian berkemah, jangan lupa membeli persediaan untuk makan malam, karena semua tempat makan tutup jam 6 sore.

penceritadunia curug sawer6

  • Kereta api jurusan Sukabumi sudah cukup bagus. Namun ingat, agar jauh-jauh hari membeli tiket, karena gerbong masih sedikit dan penumpangnya banyak.
  • Angkot tidak selamanya ada, terutama di sore hari. Namun jangan khawatir, saat ini sudah banyak ojek online di daerah Cisaat dan Situ Gunung.
  • Usahakan membawa jas hujan (karena di daerah ini seringkali turun hujan) dan mengenakan sepatu yang nyaman untuk daerah bertanah dan berkontur tidak rata. Kalau berkemah, usahakan pula membawa sendal jepit.
  • Camping Ground cukup banyak, namun demikian usahakan pesan jauh-jauh hari, karena pengunjung banyak, terutama di hari libur.
  • Untuk yang berkemah, wajib membawa jaket tebal, karena suhu malam hari sangat dingin.
  • Sinyal HP kurang baik. Itupun hanya Telkomsel yang kadang bisa (per Mei 2019)

Have a nice holiday. (Pencerita Dunia)

BACA JUGA :

 

About Eka Siregar

Halo.. panggil Bang Eka aja ya.. pada dasarnya saya senang jalan-jalan, makan dan mengerjakan atau mencoba hal-hal baru. Nah, di sini saya coba bagi ke teman-teman apa-apa yang telah saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri. Silahkan dibaca-baca ya..

Check Also

5 Fakta dan Info Lengkap Jembatan Gantung Situ Gunung

Pencerita Dunia (PD) – Jakarta. Kabut putih masih menghampar tipis di setiap pucuk pohon damar, …

65 comments

  1. I went there, Emang keren sih curugnya. Tapi ya itu ga bida mandi karena berbahaya hehe. Tapi rekomen deh kalau untuk foto, karena banyaj batu-batu besar yang bisa dijadikan ornamen tambahan untuk berfoto

  2. Wah, dari foto-fotonya, tempatnya cantik banget nih. Tapi kalau musim hujan pasti licin jalannya ya. Mengkhawatirkan.

  3. Wah TNGGP emang adem banget mas. Suasananya sangat nyaman buat menenangkan diri dari skripsi yang gak kelar-kelar. huhuhu

  4. jualannya apa aja tuh kak, biasanya yang khas-khas daerah setempat yang enak. Btw ada ya yg kemah di sana. Ga serem gitu, hihi

  5. Ah, rasanya tenang ya kalo tau ada ojek online haha. Habis main curug memang enaknya ngopi atau menyantap semangkok mie rebus panas :))
    Baru tau kalo Sukabumi ini kabupaten terbesar di Jawa.

    Bang Eka ini kayaknya hobi main ke curug ya.

  6. Waktu itu udah mau jalan kesini eh pas mau sampek curug lagi ada pelantikan anak-anak sekolah. Yaudah jadi nggak bisa deh main di curugnyaa hehe. belum beruntung aku bang hehe

  7. Jujur ini kunjungan pertama gw ke blog abang. Dan kesan pertama ‘keren’.

    Aku uda lama gk explore jawa, padahal orang jawa >.< dan dari tulisan ini jadi kangen sama alam di Jawa. Tulisannya informatif banget. Sampai 'ojek online' pun diceritakan.

  8. Wah asik nih ada area camping groundnnya
    Kapan-kapan coba ah camping di sana, kayaknya menarik
    Satu harapan aku, semoga tetap terjaga kebersihannya, jangan sampai banyak sampah-sampah plastik yang bikin pemandangan jadi gak asik dan malah mencemari lingkungan

  9. Waw…aku koq ngeri lihat foto rame-rame di atas jembatan. Ngeri gabrus, jembatannya ambrol. Duh…aku kebanyakan liat film. Licin ga sih jalan di batu-batu nyari spot foto yang asyik gitu?
    Dari jalan mobil masih jauh lagi ya masuk ke dalam? Engga kecewa yah kalau udah sampai ke Curug Sawer.

    • Ayo kak maen ke curug sawernya, liat kondisi jembatan dan batu2nya.. dijamin seru… saya pribadi maen2 di sini sekitar 2-3 jam… suegerrrr…. untuk jarak udah ada di artikelnya kakak…

  10. Berarti enaknya dari Situ Gunung aja ya tinggal jalan 1 km. Kalau lewatin rute lainnya bosa juga tapi tergantung nyamannya ya, Bang Eka? Aku tuh belum pernah halan2 macam gini, ga kemping2an hahaha dulu aja pas SMP jurit malam di Cibubur wkwkwkw. Makanya kepengen ajak anak2 biar tau menikmati alam dan mensyukuri nikmat Allah SWT.

  11. Ke Curug Sawer ini pas sebelum suspension bridge nya diresmikan.
    Waktu itu masih sepi. Adem. Sekarang setelah diresmikan pasti pengunjung bakal membludak nih …

  12. Main ke Curug itu seru ya bang Eka, tapi belum apa-apa sudah encok aku membayangkan kudu jalan kaki jauh dan menanjak wkwkwkw padahal curiganya indah dan pengalaman seru buat bocah berkunjung kesana

  13. wah seru banget jalan2nya ke air terjun!

  14. Saya pernah main ke Curug Sawer waktu belum ada jembatan. Itu aja udah rame. Apalagi sekarang ada jembatan, ya.

    Lumayan jauh waktu belum ada jembatan. Makanya cukup sekali aja. Lebih sering main ke danaunya hehehe. Tetapi, setelah ada jembatan, jadi pengen main lagi ke curug

  15. weh tenpatnya asik nih, kapan kapan bisa kesana..
    😀

  16. Agak serem yak klau curug tapi ada mistis2nya mas. Aku sering dulu pas kuliah ke curug, kdng kita harus bener2 paham banget aturan yg tak boleh dilanggar saat mampir ke curug.

    • mayoritas tempat di indonesia, kalau digali lebih dalam, banyak mengandung unsur mistisnya. Datangilah, nikmati, konotasi mistis mari kita ubah, spertk curug sawer ini yang jadi memikat dan heitsss…

  17. aku kok ngeri ngebayangon lewat suspension brdige kalau mau ke curug , takut ketinggian soalnya
    tapi pesona curugnya itu lho

  18. Lengkap banget tulisannya, Bang.

    Dan soal sejarah nama Curug Sawer, cerita dari petugas TNGGP sama sekali nggak menarik, lebih bagus cerita dari legenda setempat.

    Oh ya, saya pun sampai sekarang belum kesampaian nih mampir ke suspension bridge-nya 🙂

  19. Saya kalau kesana kayaknya pakai rute pertama aja deh. Bonusnya Ada suspension bridge yg heits ituh

  20. Kayaknya kalo hari libur pasti full pengunjung ini ya curugnya.
    Cakep ih curugnya. Bisa buat mandi nggak tuh bang?

    • yah.. begitulah… untuk saat2 ini curug sawer ramai pengunjung untuk week end… kita bisa mandi2 di sungainya mbak… tapi kalau di bawah air terjunnya langsung gak boleh…

  21. Belum sempet ke curug sawer nya mah, baru situ gunung sama jembatan gantung. Harus sekalian camping kayaknya

  22. Baca postingan ini, serasa menjelajah di langsung di Curug sawernya. Gila keren banget itu tempias curugnya bisa kena radius 100 meter? Padahalkan ga gede ya. Deras banget berarti airnya.

    Seger banget liat foto2nya. Adem khas pedesaan.

    Btw salam kenal bg Eka.

    • waktu saya ke curug sawer, tempiasnya gak berasa nyampe 100 meter kayaknya… mungkin itu waktu anginnya juga kenceng hehehehe… tapi memang airnya tempias kemana2 sampe ke sungai kita mandi2.

      salam kenal juga

  23. Kayaknya klo rame2 nggak terkesan mistis ya, apalagi bnyk prnjual, lah klo yg berkemah, sepertinya merinding

  24. Whoaaa, aku berasa lagi ikut traveling ama dirimu di Curug Sawer iniiii
    Kereennn! Adem dan sejuk banget yaaakk

  25. Duh itu setapak jalannya bikin mupeng buat dijajal. Saya senang banget jalan2 wisata alam begini, tapi sejak punya anak belum pernah lagi hehehehe.

  26. agak senyum tadi pas baca kata “sawer”
    soalnya pas baca kata sawer langsung ingat acara saweran gitu mas 😀
    nyerempet lah ya tapi dengan salah satu lagendanya

  27. Kok pas banget ya aku baca artikel ini . Memang pengen banget pergi kesana dan lewati jembatan gantung itu. Lengkap infonya bang Eka.

  28. Aku suka banget nih jelajah alam seperti ini. Ternyata ada camping ground-nya juga, ya. Punya janji mau kemping sama anak-anak soalnya. Masukkan ke dalam daftar destinasi liburan, nih. Searching dulu ah buat reservasinya. Thanks infonya ya, Bang

  29. Unik juga ya cerita ttg curug sawer ini.. aksesnya udah bagus ya mas.. jadi pengunjung tetep nyaman ke curugnya

  30. Aku jadi penasaran pengen juga menjejakkan kaki ke bumi Allah melihat langsung eksotisnya curug ini

  31. Tempat tempat Indah tak luput dari cerita magis didalamnya ya apalagi untuk sebuah curug gini. Saya belum pernah nih datang ke sini.

    • begitulah mbak.. di gak cuma di indonesia, tempat2 indah lainnya di seluruh dunia, pasti ada cerita magisnya. mungkin karena kepercayaan masa lalu.. heheheh… ayo main ke curug sawer mbak…

  32. Wah asri banget ya, terus fasilitas lengkap pula, Saya ingat dulu sewaktu kecil, saya dan teman-teman di kampung kerap kali mencari udang di sekitar pinggiran dan batu-batu di sekitar air terjun sejenis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.