Sabtu , Agustus 24 2019
Home / ARTICLE / Indonesia Terlalu Indah Untuk di Benci, Apalagi Dihancurkan !!

Indonesia Terlalu Indah Untuk di Benci, Apalagi Dihancurkan !!

Genks… pernah dengar kata “Mari Bersatu!”, “Mari Kita Memersatukan Bangsa Kita!”, pasti sekarang udah jarang, malah nyaris nggak ada.

Kalau pun ada, paling sesekali berseliweran di Medsos “plat merah”, milik pemerintah atau yayasan dan komunitas. Kenapa? Kenapa para milenial sudah jarang sekali menyuarakan kebersatuan ini.

Indonesia Butuh Konten Kreatif Hankam yang Positif dan Sehat

Ironi sekali, di saat bangsa ini sedang menghadapi Cyber War–perang besar yang justru lebih bahaya dari perang fisik dengan alat perang–tapi kita malah diserang habis-habisan oleh konten-konten negatif oleh bangsa kira sendiri.

Terlebih di musim pilpres 2019 ini keadaan politik Indonesia terlihat memanas. Media sosial cenderung digunakan bukan sebagai tempat bertukar pikiran, tetapi dipakai untuk tempat berpolitik praktis dengan berbagai kampanye hitam yang cenderung menjatuhkan lawan dengan ucapan-ucapan kebencian.

Hoax atau berita bohong/informasi palsu pun bertebaran di media-media sosial. Ujaran kebencian berupa pernyataan yang menyerang seseorang atau kelompok dengan karasteristik dasar, seperti SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Bangsa kita seperti mau dipecah belah. Its So Sad!!

Genks bangsa kita ini terlalu indah untuk dibenci apalagi dipecah belah dan dihancurkan hanya karena masalah-masalah politik. Enggak peduli paham politik apa yang kalian anut atau berada di pihak mana.

Buat saya, saya cinta sekali sama bangsa ini. Saya cinta bangsa ini dari Sabang sampai Merauke.

Gimana enggak cinta… enggak cuma suka sama alam, saya juga suka sekali sama keramahan penduduknya. Beberapa foto perjalanan tentang kerennya negara kita INDONESIA, sempat saya dokumentasikan di sini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Eka Siregar 🌏 Pencerita Dunia (@bangekasiregar) on

Kita Babat Konten Negatif !!

Sesungguhnya simple sih–ternyata–, yang enggak simple itu cuma niatnya. Yap. Caranya cukup perbanyak konten positif dan sehat.

Jika konten informasi berkualitas dan positif menjadi lebih besar daripada konten informasi palsu dan provokasi di media sosial maka ujaran kebencian dan hoax itu sendiri akan tertimbun dan dianggap aneh oleh masyarakat itu sendiri.

Salah satu solusi memanfaatkan media sosial adalah menyebarkan media daring yang berkualitas dan bersifat mengedukasi masyarakat.

Masyarakat publik juga mempunyai tanggung jawab tanpa bergantung pada pemerintah atau media di media sosial.

Pertama, saat melihat informasi yang asing dengan persepsi Anda, berpikirlah bahwa sudut pandang orang berbeda-beda. Anda boleh tidak setuju, tapi jangan menghujat mereka yang berbeda dengan Anda.

Kedua, sebarkanlah konten informasi yang berkualitas, pastikan informasi yang Anda dapat benar adanya sebelum share ke orang lain. Ingat, warganet juga manusia, sayangnya banyak yang lupa hal sesederhana ini.

Workshop Produksi dan Diseminasi Konten Kreatif

Dan.. ini adalah salah satu cara keren pemerintah dalam membantu masyarakat untuk melawan konten-konten negatif tersebut. Maka dilaksanakanlah acara Workshop Produksi dan Diseminasi Konten Keratif Hankam, tentang pembuatan konten kreatif oleh KOMINFO di Ruang Apung Perpustakaan Universitas Indonesia, pada Selasa, 21 Mei 2019.

Melalui workshop kominfo ini, saya belajar banyak tentang Pertahanan dan Keamanan, Perkembangan Penggunaan Media Digital di Indonesia tahun 2018 – 2019.

Peran Generasi Milenial dalam Pertahanan Keamanan Negara

Sebagai bagian dari Komponen Pertahanan Negara,  yaitu sebagai Komponen Cadangan yang sewaktu-waktu siap untuk membela negara dan sebagai bagian yang terlatih dalam Komponen Pendukung,  ada banyak sekali hal yang bisa generasi Milenial lakukan dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara, yaitu :

a. Menjaga Perdamaian
Enggak perlu muluk-muluk jadi TNI atau Polisi. Cukup dengan melaporkan saja langsung ke pihak berwajib. Bukan langsung ke media sosial. Kita perlu hati-hati. Atau, jika kita tahu ada orang terdekat kita yang melakukan hal-hal yang mengganggu perdamaian. Kita bisa coba lakukan pendekatan persuasif dulu.

b.  Mengembangkan sikap toleransi
Ikhlas dan sabar itu kuncinya, semua agama mengajarkan ini. Tidak sedikitpun kerugian yang kita terima jika kita bisa bertoleransi. Membantu mereka menyiapkan makanan saat hari besar mereka dan lainnya. Banyak sekali contoh indah tentang toleransi di Indonesia sejak zaman nenek moyang. Mari kita siarkan contoh-contoh indah itu dalam konten-konten media sosial kita.

c. Menjaga serta Membangun Persatuan, Kesatuan dan Persaudaraan
Siapa sih yang berani bilang, kerja bersama itu rugi, siapa juga yang berani bilang enggak punya saudara itu enak. Nah… Enggak perlu lagi teori macam-macam untuk membuktikan kalau Persatuan dan Persaudaraan itu kunci dari keberhasilan dan kebahagiaan kita. So.. Lest Do It Konten kreatif di media sosial yang mencerminkan persatuan dan persaudaraanlah yang kita butuhkan.

d. Menumpas dan mencegah Terorisme dan Radikalisme
Hal ini mungkin agak ekstrim yah.. tapi jangan sedih. Kaum Milenial juga bisa berkontribusi untuk bangsa. Genks… kalau teroris dan para radikal melancarkan aksinya, langsung kita mainkan media sosial kita untuk bilang kalau kita tidak terteror. Itu saja. Pasti mereka kesel..hehehe. Nah atau kalau kalian melihat sesuatu yang mencurigakan, langsung lapor saja ke yang berwajib.

So Genks… Indonesia ini terlalu indah dan berharga untuk kita biarkan begitu saja perlahan-lahan hancur hanya karena konten-konten yang tidak benar.

Mari kita buat sebanyak-banyaknya konten kreatif yang positif dan sehat di media sosial, demi kita, demi bangsa kita.

#kontenkreatifhankam #workshopkominfo

 

About Pencerita Dunia - Eka Siregar

Halo.. panggil Bang Eka aja ya.. pada dasarnya saya senang jalan-jalan, makan dan mengerjakan atau mencoba hal-hal baru. Nah, di sini saya coba bagi ke teman-teman apa-apa yang telah saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri. Silahkan dibaca-baca ya..

Check Also

GIIAS2019-PENCERITADUNIA2

3 Alasan Utama ke GIIAS 2019

Table of Contents GIIAS 20193 Alasan Utama ke GIIAS 20191. Lengkap2. Gampang Pembiayaannya3. Banyak Hadiah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.