Jumat , Agustus 23 2019
Home / TRAVELING / JAVA ISLAND / Terpesona Ranu Kumbolo, Si Gendut Naik Semeru

Terpesona Ranu Kumbolo, Si Gendut Naik Semeru

Perjalanan Ranu Kumbolo, bukan hanya sebuah cerita bagi saya.
Perjalanan ini mengajarkan saya bagaimana cara melihat keindahan dari-Nya. Banyak bonus luar biasa yang tidak terduga, yang tidak hanya membuat saya kagum dan merasa kecil, tetapi juga sekaligus bersyukur.

Selain tentang kami yang naik dan pesona keindahan Ranu Kumbolo, di sini saya juga bercerita tentang sosok-sosok  dan hal-hal inspiratif yang saya temui di sepanjang perjalanan.

Seperti tentang Es Nasi Goreng, Jalan Mundur ke Puncak Mahameru dan lain-lain.

Semuanya seru, semuanya takkan terlupakan.

Kami harus naik Semeru, minimal Ranu Kumbolo

Sejak booming film 5 CM, siapa sih yang enggak kenal dengan Ranu Kumbolo? Ekspose pesona keindahan Mahameru dan Ranu Kumbolo pada film tersebut benar-benar membuat Ranu Kumbolo menjadi salah satu tujuan utama para pecinta keindahan alam.

PenceritaDunia - Pesona Ranu Kumbolo 5

Saking banyaknya peminat, sampai dibatasi hanya 600 orang saja perhari yang boleh naik. Dan biasanya juga, booking online-nya pun harus dilakukan setidaknya 1 bulan sebelum tanggal pendakian, jika ingin kebagian kuota.

Pesona Ranu Kumbolo tersebutlah yang membuat saya, si Gendut dengan berat satu kuintal lebih ini berusaha mati-matian untuk bisa pergi ke Ranu Kumbolo.

Meski sebelumnya –2 tahun terakhir– saya sudah pergi ke beberapa tempat yang memerlukan kondisi fisik yang tidak main-main seperti Kawah Ijen, Gunung Galunggung, Wae Rebo dan Baduy Dalam. Namun tetap saja keinginan saya untuk ke Ranu Kumbolo, Semeru ini, bikin saya keder.

Danau yang satu ini, ikutan hits gara-gara Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara:
Baca : Danau Situ Gunung Sukabumi, Mahakarya sang “Buronan”

Selain berat badan, usia yang menjelang 50 tahun ini juga membuat beberapa orang khawatir kalau saya akan merepotkan teman 1 tim nantinya.

Oleh sebab itu, tetap saja saya melakukan beberapa persiapan khusus –meski tidak seekstrim waktu ke kawah Ijen– karena saya sadar betul kondisi saya.

Persiapan si Gendut ke Semeru

Jujur saja, perjalanan kali ini adalah perjalanan yang benar-benar kurang persiapan. Meski saya dan 5 orang teman perjalanan saya sudah selama kira-kira 6 bulan membuat grup WhatsApp, tapi tetap saja, tidak banyak persiapan yang saya lakukan, selain berusaha cari Open Trip yang bagus agar kami bisa nyaman berangkat ke Semeru.

Persiapan yang terlewatkan

Hampir semua persiapan yang wajib-wajib saya abaikan dan ini benar-benar tidak boleh ditiru.

Saya sama sekali tidak melakukan “Persiapan Fisik”. Padahal biasanya, saya berusaha menurunkan berat badan dan berolah raga, supaya pas naik nanti enggak ngos-ngosan banget. Biasanya saya lari pagi dan renang selang-seling setiap hari selama 3 bulan, dan naik tangga setiap pergi dan pulang dari apartemen di lantai 11.

Saya juga tidak berusaha mencari tahu tentang kondisi dari Ranu Kumbolo, Semeru sama sekali. Entah kenapa. Biasanya minimal saya selalu cek cuaca di lokasi tujuan pada tanggal keberangkatan kami.

Persiapan seadanya

Persiapan yang saya lakukan hanya sebatas membawa perlengkapan pribadi, yang diwajibkan oleh Open Trip yang kami pilih untuk membawa kami ke Ranu Kumbolo, Semeru.

Perjalanan si Gendut ke Semeru

Kebetulan sekali, 4 hari sebelum tanggal naik ke Ranu Kumbolo, Semeru, saya harus mengikuti salah satu kegiatan Blogger di Kabupaten Jember. Hal ini membuat saya harus membawa perlengkapan sehari-hari yang cukup banyak, selain perlengkapan naik ke Ranu Kumbolo, Semeru.

Ditambah lagi dengan rencana extend ke Banyuwangi, Malang, Surabaya dan Yogya selama 14 hari.
Jadi….. Udah kebayang dong berapa banyak yang harus saya bawa. Yap… 1 tas keril 90 L dan 1 tas backpack, belum lagi tas selempangnya…. hahaha…
But The Show Must Go On….

Kumpul di Malang

Saya lewati ya cerita saya di Jember dan Banyuwangi, ya….

Ceritanya, saya tuh dah sampai di Malang, 1 hari sebelum teman-teman yang lain. Karena tiba siang, jadi saya ambil kesempatan untuk kulineran dan belanja beberapa barang (baca: makanan) untuk dibawa saat menanjak besoknya.

Setelah santap siang di Pecel Kawi dan santap malam di Tahu Campur, saya singgah sebentar ke salah satu mall untuk beli handuk khusus travelling dan jas hujan khusus mendaki. Sialnya, jas hujan ukuran saya enggak ada. Seperti biasalah. Diskriminasi untuk orang gendut!!

PenceritaDunia - Pesona Ranu Kumbolo 4
Di depan Hotel Alimar Malang, sebelum berangkat

Besoknya, tepat pukul 09.00 semua teman yang dari Jakarta dan Wonosobo sudah kumpul di hotel saya. Beberapa mandi dan packing ulang, memilih mana baju yang bakal dibawa dan ditinggal di hotel (untuk eksten kami nanti).

Ke Tumpang

Jam 10 pagi, mobil jemputan dari Open Trip kami datang. Ahaaa… petualangan di mulai. Barang sudah disusun di belakang mobil, dan ternyata enggak muat, terpaksa beberapa tas dipangku sama teman-teman yang duduk di belakang.

Pada saat ini saya merasa beruntung jadi orang gendut, tinggi besar. 
Selalu disuruh duduk di depan, jadi lega dan nyaman… hahahahaha

Perjalanan ke Tumpang sekitar 1 jam dari Malang. Di Tumpang ini nanti kami akan di jemput oleh mobil jeep, yang akan membawa kami ke Ranupani, pos awal pendakian ke Gunung Semeru.

PenceritaDunia - Pesona Ranu Kumbolo 8
Makan siang di Tumpang, Malang

Setibanya di Tumpang, sekitar jam 12 siang, kami langsung makan siang. Khusus saya makan bakso malang dan nasi rawon. Wajib 2 menu. Sambil menunggu abang porter mengemas ulang barang-barang kami, kami pun menikmati santap siang, yang ternyata dibayarin sama Open Tripnya… Uhuuuyyy… untung makan 2 porsi.

Jadi ceritanya, dari awal saya dan teman saya Uli memang sudah rencana enggak akan bawa tas, selain tas selempang. Kami sewa abang porter untuk ngebawain tas keril kami. Bawa badan saja sudah sudah, gimana lagi mau bawa tas yang segede orok (anak kecil) itu… ahhhh…

Ke Ranu Pani

Perjalanan dari Tumpang ke Ranupani sekitar 1,5 jam. Lagi-lagi keberuntungan si Gendut ini bertambah. Di Jeep harus duduk di depan, sementara yang lain berdiri di belakang.

PenceritaDunia - Pesona Ranu Kumbolo 7
Perjalanan dengan Jeep Ke Ranu Pani

Ranu Pani sebenernya objek wisata danau yang berada di Desa Ranu Pani, kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sayangnya, karena sedimentasi yang disebabkan oleh pertanian, luas danau berkurang 25% dan sekitarnya tampak kurang terawat.

Penduduk desa Ranu Pani jumlahnya sekitar 2.000 orang, mayoritas berasal daru Suku Tengger, keturunan asli masyarakat Jawa yang hidup di zaman Kerajaan Majapahit. Setiap tahun mereka mengadakan acara bersih-bersih desa dan ritual Unan-Unan yang dipimpin oleh dukun adat.

PenceritaDunia - Pesona Ranu Kumbolo 6
Lembah Gunung Bromo, pemandangan sepanjang jalan menuju Ranu Pani

Ranu Pani ini sendiri berada di ketinggian 2.100 mdpl. Sebagai desa terakhir sebelum Gunung Semeru, itu sebabnya Desa Ranu Pani, juga merupakan salah satu titik berangkat untuk pendaki yang akan naik ke Gunung Semeru (3676 mdpl). Oleh sebab itu pula, banyak warga desa yang berprofesi sebagai porter, yaitu orang yang menyediakan jasa pembawa barang, sekaligus mengantarkan para pendaki ke puncak gunung. Keberadaan porter ini sendiri sudah dikoordinir dalam sebuah paguyuban.

Rekor Dunia Jalan Mundur

Sepanjang perjalanan menuju Ranu Pani, teman-teman di belakang berisik banget. Beberapa orang memang belum pernah ke Gunung Bromo, hingga saat jeep memasuki kawasan Gunung Bromo, mereka semua berebut ambil foto, ambil video untuk vlog-nya dan beradu kencang bicara di depan kamera, berusaha mengalahkan suara jeep dan angin yang berhembus kencang.

Kalian pasti tahu, pemandangan di sepanjang perjalanan kawasan Gunung Bromo ini memang indah sekali. Wajar kalau mereka yang di belakang senang sekali, seolah lelah berdiri selama 1,5 jam tidak terasa.

PenceritaDunia - Pesona Ranu Kumbolo 1
Kami (Anjar, Nolla, Uli, Raya, Santi, OT, Saya) di depan Basecamp Alas Gimbal

Kami pun tiba di Ranu Pani. Kami semua istirahat di Base Camp Gimbal Alas 3676 Mdpl. Awalnya saya pikir ini homestay, ternyata bukan. Gimbal Alas 3676 Mdpl adalah komunitas silaturahmi pencinta alam yang didirikan 2 dasa warsa yang lalu oleh mahasiswa PTN di Malang. Komunitas ini aktif sekali membantu daalam setiap kegeiatan operasi SAR di Indonesia.

Nah dalam pendakian ini, kami dibantu oleh teman-teman dari komunitas Gimbal Alas ini. Salah satunya Tarpin Iswayudin, biasa dipanggil Cak Tarpin Gimbal Alas. Cak Tarpin sudah sangat terkenal di kalangan Pencinta Alam, apalagi sejak dia melakukan beberapa rekor yang luar biasa.

PenceritaDunia - Pesona Ranu Kumbolo 2
Bersama Cak Tarpin, pelakon “Jalan Mundur”

Cak Tarpin ini pernah melakukan sebuah “sensasi” yang tentu saja harus dilakukan dengan persiapan yang sangat matang. Dia pernah melakukan “JALAN MUNDUR” hanya dengan dibantu 2 buah kaca spion yang dipasang di badannya, dengan mengenakan helm, untuk sampai ke puncak gunung. Hal ini bahkan dilakukannya sebanyak 3 kali, dan gunungnya pun termasuk gunung-gunung tertinggi di Indonesia.

Pertama tahun 2013, Cak Tarpin jalan mundur ke Gunung Semeru. Kedua, di tahun 2014 dari kota Lombok sampai ke puncak Rinjani via sembalun selama 14 hari. Kemudian yang ketiga, dari kota Malang ke Gunung Bromo dan Puncak Semeru selama 8 hari.

PenceritaDunia - Pesona Ranu Kumbolo 3
Cak Tarpin “In Action” (Foto: Darmadi Sasongko. ©2016 Merdeka.com)

Apa yang dilakukan oleh Cak Tarpin (54 tahun) ini bahkan tekah mencatatkan namanya sebagai Pemegang Rekor Nasional dan Rekor Dunia, berjalan mundur ke dua puncak gunung.

Yang menarik dari aksi yang dilakukan oleh Cak Tarpin ini adalah, apa yang dilakukannya banyak juga mengundang cemooh. Dia di cap “kurang kerjaan” dan hanya ingin mencari sensasi.

Namun ternyata, dibalik aksi fenomenalnya tersebut, tersimpan niat mulia. Cak Tarpin ini memberi contoh pada pendaki pemula mengenai prosedur pendakian yang baik, tentang bagaimana hidup di alam terbuka, dan bagaimana menjaga kebersihan di gunung. Oleh sebab itu, selama melakukan aksi jalan mundur tersebut, Cak Tarpin juga melakukan aksi pemungutan sampah.

Sungguh aksi yang sangat mulia.

(BERSAMBUNG)

Kisah es nasi goreng, tidur di dalam kulkas, hamparan ungu jadi coklat… dll….

About Pencerita Dunia - Eka Siregar

Halo.. panggil Bang Eka aja ya.. pada dasarnya saya senang jalan-jalan, makan dan mengerjakan atau mencoba hal-hal baru. Nah, di sini saya coba bagi ke teman-teman apa-apa yang telah saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri. Silahkan dibaca-baca ya..

Check Also

5 Fakta dan Info Lengkap Jembatan Gantung Situ Gunung

Pencerita Dunia (PD) – Jakarta. Kabut putih masih menghampar tipis di setiap pucuk pohon damar, …

75 comments

  1. Wuih baca nya kok jadi ikutan capek. Schedule yang sambung menyambung begitu. Ranu Kumbolo memang masih sangat menarik untuk dikunjungi.
    Kagum juga pada Cak Tarpin dengan dedikasinya yang tinggi dan aksi mendaki mundurnya..hebat.

    • Benar mbak.. orangnya baik banget.. kocak pula

      • Waaaaa Ranu Kumbolo
        Impian banget bisa menjejakkan kaki di sana
        Udah lama nih gantung ransel aku, masih kuat gak ya mendaki gunung. Baca ginian jadi kangen huhuhu
        Sekarang mainnya camping ala-ala aja. Yang bawa bocah, cari camping ground deket curug. Gitu aja ku udah bahagia
        Tapi lihat ini, rasanya pengen gendong ransel lagi deh

        Btw senengnya bisa ketemu cak Tarpin. Legend banget itu rekor jalan mundurnya

        Oh ya, aku mau ikutan jawab ah
        1. Ranu Kumbolo 14, Ranu Pani 10, Semeru 16

        2. Bang Eka nginep di hotel Alimar Malang

        3. Cak Tarpin mendaki jalan mundur tahun 2014

    • 1. Ranu kumbolo = 16 kata, ranu pani = 12 kata, dan semeru = 12 kata.

      2. Bang eka menginap di hotel alimar malang.

      3. Pada tahun 2014 cak tarpin mendaki rinjani dengan jalan mundur

    • Mahameru berikan damainyaa…
      Si gendut ini juga iri bacanya, ingin menikmati lagi sejuknya Ranukumbolo. Salut sama Babang,

  2. ditunggu sambungannya Bang

  3. Halo Bang Eka,
    AKu baru pertama kali berkunjung ke sini nih. Seru ya pendakian Ranu Kumbolo.

    Oiya, jawabannya adalah…
    1. Ranu Kumbolo 14, Ranu Pani 10, Semeru 16
    2. Bang Eka menginap di Hotel Alimar Malang
    3. Tahun 2013, Cak Tarpin jalan mundur ke Gunung Semeru.

  4. 1.Ranu Kumbolo 14, Ranu Pani 9, Semeru 11
    2.Nginap di Malang di Hotel Alimar
    3. Tahun 2014 Cak Tarpin jalan mundur ke Rinjani.

  5. Jawab pertanyaan ini :
    1. Ada berapa kata Ranu Kumbolo, Ranu Pani dan Semeru di artikel tersebut : Ranu Kumbolo 14, Rang Pani 10, Semeru 16

    2. Di hotel mana saya tinggal di Malang :
    Di Hotel Alimar Malang.

    3. Tahun berapa Cak Tarpin jalan mundur daki Rinjani :
    Tahun 2013, Cak Taripin jalan mundur ke Gunung Semeru.

  6. 1. Kata ranu kumbolo = 16 kata, ranu pani = 12 kata, dan semeru = 12 kata.

    2. Bang eka menginap di hotel alimar malang.

    3. Pada tahun 2014 cak tarpin mendaki rinjani dengan jalan mundur.

  7. Mau coba jawab kuisnya ya..moga2 bener. Hehe😁
    1.Kata Ranu Kumbolo ada 11. Kata Ranupani ada 10 Kata Semeru ada 16
    2.Menginap di Hotel Alimar, Malang.
    3.Cak TARPIN TH 2014 jalan mundur ke Rinjani.

  8. Baca ini pas banget abis Semeru. Jadi benar terasa perjuangan Babang. Masih fresh di benak hayati, Bang.

    Yang penting Babang jg kesehatan biar bisa explore dan menginspirasi terus

  9. Perjalanan yang sangat melelahkan tapi bahagia yah, Bang. Kapan ada trip ke Rakum-Semeru, Bang?

    Jawab pertanyaan kuisnya babang.
    1. Ranu Kumbolo : 14 kata, Ranu Pani 10 kata, Semeru 16 kata
    2. Di Malang, Babang nginep di Hotel Alimar
    3. Cak Tarpin jalan mundur daki Rinjani tahun 2014

  10. Bwangg.. itu cak tarpin beneran 54 tahun?? Kok kya maish mau 40 sih usianya? Coba tlg tanyain doi bwang resepnya apaan pliss…

  11. Ah. Jadi rindu untuk kembali lagi, Rakum. Babang keren, meskipun ada alpanya tetapi sudah mempersiapkan diri untuk muncak ke Semeru. Salut

  12. Nginep di hotel Alimar hehe. Kalo kata ranu2nya ngga ngitungin, mesti itung ulang dong hihi terlalu asik sih bacanya. Walau berujung bersambung pdhl lagi enak bacanya. Kayak lagi asik main zuma di komputer eh mati listrik wkwk.

    Aku juga pas naik jeep ke bromo duduknya di depan dong, Om. Hehehe. Cm kalo lagi naik mobil bareng selalu disempil di belakang huft

  13. pengen banget naik gunung apalagi gunung bromo tapi belum kesampaian… padahal rumah saya dekat dengan gunung gede pangrango

  14. Satu hal yang saya petik dari bagian pertama tulisan bersambung ini. Keterbatasan jangan lantas membatasi kita. Mesti ada cara untuk mensiasatinya. Inspiring banget kisah si gendut nanjak semeru ini. Walaupun begitu, semoga ebih prepare di petualangan berikutnya yang high risk.

  15. Gunung Semeru, dibuat mendaki dengan berjalan lurus aja susah. Ini ada orang yang berjalan mundur di sana.
    Luar biasa.

  16. Duh belum pernah kesana, ikutan jawab ah, siapa tahu beruntung,hehehe

    Jawaban:
    1. Ranu Kumbolo : 14 kata, Ranu Pani 10 kata, Semeru 16 kata
    2. Hotel Alimar
    3. Tahun 2014

  17. Baca ini jadi kangen Rakum, salah satu tempat yang pengin balik lagi

  18. Si gendut yang beruntung ya bang, itu cak carpin kaga puyeng bang jalan mundur?, Ih jadi pengen juga ke Rakum

  19. Es nasi goreng atau nasi goreng es bang? Hehe

  20. Wahhhh jadi kangen Ranu Kumbolo setelah baca artikel ini. Dan emang bener si, gunung apa pun kita mesti butuh persiapan. Gw ke Semeru beberapa tahun lalu butuh persiapan 3 bulan, dan 1 bulan sebelum pendakian olahraga dipush terusss dan alhamdulillah bisa sampai ke Puncak Semeru dengan lancar.

  21. Keren Bang Eka…, saya bayanginnya capek, panjang banget perjalanannya.
    Karena punya Om di Lumajang, jadi dulu jaman muda saya pernah main ke ranu, tapi Ranu Klakah, Bedali dan Pakis.
    Belum ke Ranu Kumbolo..
    Dan ini Cak Tarpin keren ya, misinya mulia pula:)

  22. Very excited bacanyaaa karena sampai sekarang belum kesampean ke Ranu Kumbolo, I’m waiting for next story.

  23. Waduuhhhh jalan mundur? Jalan maju aja belum tentu sampe klo aku. Gimana mundur.
    Rasa ngos-ngosannya ternayar lunas dengan pemandangamnya ya kak.

  24. Jadi inget cerita pas nanjak dan camping di rakum setahun silam. Ah, semoga bisa kesana lagi dan kali ini sambil muncak..

  25. Yaampun fotonya keren2 banget .. jadi nge fans banget… artikelnya pun pun bagus cara nulis.. Btw selamat ya.. Salutt ..

  26. Cantik banget ini gunungnya babang…
    Mesti nurunin berat badan lumayan banyak nih supaya bisa jalan-jalan ke sini.
    Semangat!

  27. Ranu kumbolo memang keren ya, aku kepengen juga menikmati pemandangan di sana. Tapi maunya ga ndaki, naik jeep atau ojek motor gitu hehheee…mayan soalnya kalau harus jalan kaki :d

    • Alimar Hotel Malang yah.
      Aku juga pernah nginap di sana tempatnya lumayan bagus dan dekat sama pasar plus alun-alun jadi strategis banget, di belakangnya ada Museum Benteol.
      Makan di Tumpang juga hehe..

      Btw.. pendakiannya aku jadi ikutan capek, tapi seru yah. Terbayarkan sama photo-photo kece nan indahnya.

      Jadi.. mau balik lagi Bang? 😊

  28. Gileeeee ya pemandangannya luar biasa. Aku belum pernah lho coba kegiatan kayak gini hahahaha

  29. wew, jalan mundur beneran. Ku pikir di jalan mulus eh ini naik gunung. Warbiyasah sampai pakai spion kanan-kiri gitu.

  30. Makin pengiinn ke siniiii, sejak film 5 cm, aku udah pengiin banget ke sini. Semoga kesampaian ya mba, seneng baca ceritanya.

  31. Sampai sekarang, saya masih bermimpi untuk bisa menjejakkan kaki di Ranu Kumbolo. Memang sih, saya anaknya tuh latah, pingin banget ke sini setelah baca dan kemudian nonton film 5 CM, kebayang seru banget….

    Sambil menanti waktu untuk berkunjung ke Ranu Kumbolo, mendingan latihan fisik dulu yaaa….

    Thanks for sharing, sehat selalu yaaa Bang Eka…

  32. Saya baru sampai Ranu Pani. Suami dan anak pernah ngajakin lanjut ke Semeru atau minimal Ranu Kumbolo. Tetapi, sayanya yang masih kebanyakan mikir. Foto Ranu Kumbolonya indah

  33. Sudah lama ingin ke Semeru.
    Tapi mundur lagi, mundur lagi.

    Semoga tahun depan ada kesempatan.
    Amin!

  34. Waaw jalan mundur, aku aja belum tentu sanggup walau jalan biasa. Aku pernah ke Bromo tapi belum sampai Ranu Kumbolo, next pengen nyoba sensasi camping di sana deh. Pemandangannya indah banget. Salam kenal ya, Bang. Kunjungan pertamaku nih 😁

  35. wahh jadi kangen semerruuuu… huhuhu… Tapi pikir2 kalo mau naik lagi.. santay santay di ranu pane aja dah cukup keknya.. haha..

  36. Yang paling unik adalah kuis di akhir artikel. Seru jadinya ya. Sayang pemenangnya pasti sudah terpilih ha?

  37. Ya ampun jalan mundur hehe. Pakai spion ya? Eh tapi aslinya kalau lagi gak kerja ya jalannya normal aja kan mas? 😀
    Indah banget Ranu Kumbolo, aku sering liat bbrp teman foto kemping di sana. Ah andai deket pengen jg ngrasain kemping di sana dan bisa liat Bromo 😀

  38. Baru tau Ranukumbolo, setelah di 5 cm. Kadang satubtempat bisa nghits, kalau diangkat ke cerita novel or bioskop ya kak

  39. Seru banget tuh pasti, menyusuri keindahan alam Indonesia dengan kaki sendiri, pasti dapat banget kenangannya.

  40. Seru banget ya bang bisa main ke Ranu Kumbolo ini, karena aku belum pernah dan galau kalau diajak sama teman-teman yang sudah kesana. Jadi hanya bisa menikmati keindahan dari foto teman-teman yang main kesana.

  41. Waaaah om gendut seruuu banget sikk petualangan napak tilas 5cm-nya 😉

    Sayah pengen banget naek gunung, cuma kalo liat / lewat jurang atau tempat yang tinggi dan terjal suka gemeteran … terakhir naik gunung saking fobianya sama ketinggian malah merangkak dan jadi bahan tertawaan orang.

    Well, terimakasih buat cerita dan referensinya.

  42. Ngomong2 soal 5CM, aku ga nonton filmnya, cuma baca bukunya aja. Sejak itu udah kepingiiiiin banget ke Ranu Kumbolo.

    Doain bisa ke sana suatu hari yaaah :))

  43. Ranu kumbolo & ranu2 lain di semeru ini termasuk destinasi yg ingin saya kunjungi suatu hari nanti. Thks utk sharing pengalamannya yg luar biasa ya

  44. Jalan mundur ini jelas makin berat tantangannya.
    Saluutt euunk…bisa manaklukkan medan Ranu Kumbolo dengan berjalan mundur.

    Seru banget kisah para pecinta alam ini.

  45. Belum kesampaian ke semeru nih Mba. Kalo dulu waktu kuliah. Pengen banget. Kalo zaman skrg. Liburan pasti ke destinasi ramah anak. Suka baca postingan kayak gini. Segar ijooo royooo

  46. Ahahahi boleh juga nih kesini sama teman-teman, Ternyata indah dan menyenangkan.Keren banget deh Cak Tarpin bisa berjalan mundur di gunung. Butuh fisik prima dan fokus luar biasa tuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.